5 Prinsip Hidup yang Bisa Memotivasi Kita untuk Hidup Lebih Baik

Kita akan terkejut ketika mengetahui betapa mudahnya kita kehilangan fokus akan apa yang penting dalam hidup. Rutinitas dan jadwal yang padat telah menjadikan otak kita masuk dalam mode kerja “autopilot”.

Saat ada sesuatu tidak sesuai dengan yang kita harapkan, sering kali hal itu terjadi karena kita tidak fokus akan apa yang sebenarnya penting. Tapi memfokuskan diri pada kenyataan hidup bisa jadi sulit, apalagi jika kebenaran dan kenyataan tersebut mengingatkan kita bahwa kita sedang berada di jalan yang salah.

Hal terbaik dalam hidup tidak datang dengan mudah, dan gagal memahaminya adalah jalan menuju hidup yang biasa saja. Seperti yang dibilang Socrates, “hidup yang tidak teruji tak layak dijalani.”

Pandangan Socrates tersebut bisa diaplikasikan dalam bisnis. Hidup dan bisnis maju karena pertanyaan, bukan jawaban. Kita harus terus menanyakan diri kita sendiri apakah kita sedang ada di jalan yang benar.

Kita perlu pengingat yang membatu kita agar tetap fokus pada hidup. Prinsip hidup ini akan berguna dan akan bisa memberikan motivasi baru dalam kehidupan.

 

  1. Kesuksesan Besar Selalu Diawali Kegagalan

Kita tidak akan merasakan keberhasilan sebelum kita mengalami kegagalan. Kesalahan membuat jalan untuk menuju kesuksesan dengan menunjukkan jalan yang salah.

Biasanya, hal kesuksesan besar akan datang ketika kita sudah merasa sangat frustasi dan seakan tidak memiliki jalan keluar. kesulitan ini akan memaksa kita untuk berpikir dengan berbeda. Melihat di luar kebiasaan dan mencari solusi yang selama ini tidak tampak.

 

  1. Sibuk Bukan Berarti Lebih Produktif

Lihatlah orang di sekitar. Apakah mereka terlihat sibuk seperti pergi ke meeting satu dan lainnya, atau terus menerus membaca dan mengirimkan email. Tapi tetap saja, seberapa banyak pun hal yang mereka lakukan, bisa sukses di tingkat atas?

Sukses tidak selalu datang dari pergerakan atau aktivitas. Hal ini datang dari fokus. Memastikan bahwa waktu digunakan secara efisien dan produktif.

  1. Orang di Sekitar Kita adalah Representasi Kita

Kita harus masuk ke dalam lingkaran orang yang menginspirasi. Orang-orang yang bisa membuat kita lebih baik. Tapi bagaimana dengan orang yang menjatuhkan? Kenapa kita masih menjadikan mereka bagian dari hidup?

Setiap orang yang membuat kita merasa tidak berguna, gelisah, dan tidak bersemangat sangatlah membuang-buang waktu. Selain itu, mereka juga akan bisa membuat kita menjadi seperti mereka. Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan orang seperti mereka. Tinggalkan saja.

  1. Kita Menjalani Hidup yang Kita Buat Sendiri

Kita bukanlah korban dari keadaan. Tidak ada yang memaksa kita untuk memutuskan sesuatu dan mengambil keputusan yang berbeda dengan nilai yang kita anut.

Kehidupan yang kita jalani hari ini adalah milik kita sendiri ­­– kita yang membuatnya. Sama juga, masa depan nanti juga tergantung kita. Jika kita merasa terjebak dalam hidup, bisa jadi itu karena kita takut untuk mengambil risiko yang perlu diambil untuk mendapatkan mimpi atau cita-cita.

  1. Ketakutan Adalah Penyebab Utama Penyesalan

Kita akan lebih menyesali kesempatan yang kita tidak ambil daripada menyesali kegagalan. Jangan takut untuk mengambil risiko.

Sering kali orang berbicara, “apa hal terburuk yang mungkin akan terjadi? Apa itu akan membunuhmu?” Padahal, kematian bukanlah hal yang paling buruk yang bisa terjadi.

Hal paling buruk yang bisa terjadi pada kita adalah ketika kita merelakan diri mati di dalam jiwa walaupun kita masih hidup dan beraktivitas. Melakukan apa yang tidak ingin kita lakukan.